Jangan Pukul Anak Anda



SATUHARAPAN.COM/LIFE – Banyak orangtua ketika batas kesabarannya sudah habis, memberi hukuman fisik kepada anak. Hukuman itu biasanya berupa menjewer telinga, mencubit atau bahkan ada yang memukul paha atau pantat. Ini biasanya dilakukan untuk memberi efek jera agar si anak tidak mengulangi kebandelannya.
Efektifkah hal ini? Sebuah penelitian yang dilakukan Southern Methodist University , Dallas - Amerika Serikat menyebutkan bahwa memberi hukuman fisik pada anak tidak akan membuat si anak merubah perilaku negatifnya. Studi ini menyimpulkan bahwa anak hanya ingat selama 10 menit saja, dan setelah itu dia akan lupa dan bisa mengulang kembali perbuatannya.
Seperti dikutip LIFE SatuHarapan.com dari Daily Mail, para peneliti melakukan pengamatan terhadap 33 keluarga selama 6 hari. Selama pengamatan, dari 33 keluarga ada 15 orangtua yang menggunakan hukuman fisik untuk memberikan efek jera kepada si anak. Dan ternyata, 75% anak yang diberi hukuman fisik oleh orangtuanya, kembali mengulangi perbuatannya setelah 10 menit.
Dr. George Holden, kepala peneitian ini mengatakan,” orang tua biasanya membarengi hukuman fisik dengan teriakan. Dan ternyata, hal itu tidak memberi efek positif. Dikhawatirkan, hukuman fisik dan teriakan yang terlalu sering justru akan memberi pengaruh negatif kepada si anak. Mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang agresif namun dibarengi dengan tingkat kecemasan tinggi”.
Oleh karena itu, cara terbaik mendidik anak tetap dengan cara yang halus. Memang dibutuhkan kesabaran tinggi dalam hal ini. Bertindaklah secara tegas dan keras namun tidak kasar. Sesekali marah mungkin masih bisa dilakukan jika kondisi memaksa. Hindari hukuman fisik apalagi yang bersifat memukul!

Si 'Ajaib' Graphene, Ringan Sekali Tapi 300 Kali Kekuatan Baja dan Lebih Kuat dari Berlian


Graphene adalah serat karbon yang hanya disusun dari satu lapis atom karbon yang tersusun dalam kisi sarang lebah.

Sejak ditemukan tahun 2004 lalu, graphene digadang-gadang sebagai material ajaib, yang ditakdirkan mengubah hidup manusia di abad ke-21. Graphene ditemukan oleh dua ilmuwan kelahiran Rusia, Andre Geim dan Konstantin Novoselov -- yang menjadi pemenang Nobel Bidang Fisika 2010.

Graphene memiliki sifat yang menakjubkan, sekaligus membingungkan. Bagaimana bisa sesuatu yang jutaan kali lebih tipis dari rambut manusia, punya kekuatan 300 kali baja, dan 1.000 kali lebih konduktif atau bisa mengalirkan panas lebih kuat dari silikon.

Seperti dimuat CNN Labs, peneliti graphene dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Tomas Palacios menjelaskan mengapa material itu sungguh istimewa dan menawarkan banyak harapan untuk masa depan.

Apa itu graphene?

Menurut Tomas, graphene adalah serat karbon yang hanya disusun dari satu lapis atom karbon yang tersusun dalam kisi sarang lebah.

Pengaturan atom yang khusus membuat graphene memiliki sifat unik dan khusus. Contohnya, arus listrik dalam  graphene bergerak lebih cepat dari material lain yang kita ketahui selama ini.

Demikian juga dengan panas. Graphene adalah konduktor panas terbaik yang kita miliki saat ini. Di atas itu, graphene adalah material paling tipis di dunia, namun paling kuat. Lebih kuat dari baja, dan tentu saja, lebih ringan.

"Dan karena disusun dari satu lapis atom, bentuknya transparan dan fleksibel," kata Tomas.

Apa kegunaan graphene ?

Menurut Tomas, aplikasi pertama, graphene akan digunakan untuk menggantikan indium selenide -- logam yang relatif mahal -- dalam sel surya (solar cells). "Setelah itu mungkin kita akan menyaksikan peralatan komunikasi yang tak hanya memakai graphene, tapi juga  menggunakan material dua dua dimensi lain," kata Tomas. Perangkat telekomunikasi bakal jauh lebih tipis. "Telepon selular akan terintegrasikan dalam -- misalnya -- pakaian, lembaran kertas, atau jendela."

Kegunaan lain, membuat benda-benda yang penampilannya transparan. "Pada dasarnya kita akan memiliki peralatan elektronik yang tertanam hampir di manapun, di jendela, kaca mata, dinding, di mana pun." Untuk mewujudkannya kita memerlukan material yang amat tipis dan transparan. Graphene mungkin yang selama ini kita cari.

Kapan produk yang memakai graphene ada di pasaran?

Tergantung pada aplikasinya. "Saya yakin penggunaan graphene di sel surya, produk display, dan lainnya mungkin bisa dipasarkan dalam beberapa tahun," kata Tomas. Namun, untuk aplikasi yang lebih kompleks seperti komputer atau telepon genggam mungkin harus menunggu
lebih lama. Mungkin 5 sampai 10 tahun.

Tantangan apa yang kini dihadapi peneliti  terkait graphene?

Salah satu tantangan penting yang dihadapi terkait graphene adalah cara material itu dikembangkan. Sebab, Graphene diisolasi  menggunakan teknik  Scotch Tape, diisolasi dari grafit -- yang digunakan dalam batang pensil dengan teknik yang rumit dan kompleks menggunakan selotip.

Dengan teknik seperti itu, kuantitas yang bisa dihasilkan masih sedikit. "Masih dicari teknik yang tepat untuk mengembangkannya. Sudah ada yang menjanjikan, namun masih prematur," kata Tomas.

Tantangan lain, graphene adalah material yang mengandung selapis atom. Sifatnya sangat retan. "Kami masih perlu memahami dengan lebih baik bagaimana membuat perangkat dari graphene, dengan perlakuan selembut mungkin, tanpa merusak formulanya.

Apakah ada perkembangan sejauh ini?

Baru-baru ini Samsung Electronics mendemonstrasikan satu lapisan graphene berdiameter 30 inchi. Jadi hanya dalam beberapa tahun, graphene yang tadinya hanya serpihan menjadi 30 inchi. "Ambisi kami, suatu hari nanti graphene bisa diproduksi dengan cara yang sama seperti mencetak surat kabar. Ini  akan mengubah industri elektronik secara keseluruhan."

Apakah ada material lain yang mirip graphene?

Graphene adalah material dua dimensi pertama yang ditemukan, tapi bukan satu-satunya. Saat ini ada lebih dari 10 material dua dimensi dengan sifat pelengkap yang bisa diintegrasikan dengan graphene. Misalnya, Boron nitride (Boron nitrida) yang hanya selapis atom tebalnya, namun alih-alih konduktor, material itu adalah isolator terbaik yang saat ini kita ketahui.

Kapan produk berbasis graphene membanjiri pasaran?

Jika mengkaji kebiasaan sebuah material baru berdampak di pasaran, itu butuh waktu 20 tahun. Kita harus lebih sabar, namun, graphene kemungkinan lebih cepat dari para material lain. Beberapa tahun mendatang kita akan melihat perbaikan yang cukup signifikan dalam teknik pertumbuhan dan sintesis bahan dua dimensi.

Pada tingkat penelitian dasar kita akan mencoba memahami apa yang terjadi ketika menumpukkan bahan-bahan tersebut satu di atas yang lain. Berpotensi memunculkan banyak pemahaman baru, yang akan berujung pada perangkat yang sama sekali baru. "Saya benar-benar yakin bahwa graphene akan mengubah kehidupan kita. Persisnya bagaimana, saya tidak tahu, dan saya pikir siapapun tak dapat mengetahuinya dengan pasti. Namun, tidak ada material yang lebih tipis, lebih kuat atau lebih cocok untuk menghantarkan listrik daripada graphene," kata Tomas.(Ein)
sumber: copas01

Grafene adalah sesuatu yang jutaan kali lebih tipis dari rambut manusia, punya kekuatan 300 kali baja, 20 kali lebih kuat dari berlian


Sudah jadi pengetahuan umum, berlian dan grafit -- seperti yang dipakai untuk isi pensil-- berbahan dasar sama: karbon. Reaksi yang membentuk mereka menjadi penentu perbedaan dan nilai keduanya.

Berlian terbentuk di kedalaman 150 kilometer, dengan tekanan sekitar 5 giga pascal  dengan temperatur sekitarnya 1.200 derajat Celcius. Membuatnya menjadi benda yang superkeras. Bahkan diamond -- Bahasa Inggris berlian -- berasal dari Bahasa Yunani adamas yang berarti "tak bisa dihancurkan". Sementara, grafit adalah jenis karbon yang mudah terbakar dan mudah hancur ketika terkena tekanan. Tapi, jangan pernah remehkan isi pensil itu!

Mungkin tak seorang pun pernah mengira, bahan isi pensil menjadi pemicu sebuah revolusi. Namun, dengan mengupas dan mengisolasi grafit isi pensil menjadi lapisan atom tebal menggunakan pita perekat (selotip) biasa. Dua ilmuwan kelahiran Rusia, Andre Geim dan Konstantin Novoselov, meraih Hadiah Nobel pada tahun 2010.

Mengarahkan mereka pada penemuan sebuah 'material ajaib', yang ditakdirkan mengubah hidup manusia di Abad ke-21: graphene atau grafena. Grafena adalah serat karbon yang hanya disusun dari satu lapis atom karbon yang tersusun dalam kisi sarang lebah. Saat ini, sebuah laboratorium riset di Korea Selatan mungkin telah membuat lompatan dari teori ke praktis, dengan mengembangkan cara untuk mensintetiskan grafena, yang berpotensi untuk digunakan pada skala komersial.

Substansi, "kisi atom yang sempurna" memiliki kemampuan menarik, yang membuatnya berpotensi digunakan dalam berbagai industri dan untuk nyaris semua tujuan. Graphene atau grafena  punya kekuatan super, 20 kali lebih kuat dari berlian, 200 kali lebih kuat dari baja, namun 6 kali lebih ringan. Ia juga bersifat sangat konduktif -- baik untuk menghantarkan listrik dan panas.





Jika itu belum cukup mengagumkan, graphene nyaris transparan, kedap terhadap gas, dan memiliki sifat -- yang menurut para ilmuwan -- mudah diubah. Grafena merupakan salah satu bentuk alotrop karbon, dasar dari semua kehidupan di Bumi. Alotrop karbon yang lebih dikenal termasuk berlian dan grafit. Yang membuat grafena unik adalah ketipisannya -- mempunyai ketebalan hanya satu atom saja, yaitu karbon yang disusun menyamping pada kisi yang menyerupai sarang lebah dan diperkirakan sebagai bahan semikonduktor tertipis di dunia.

Fleksibilitasnya membuat grafena bisa digunakan untuk membuat sebuah perangkat yang fleksibel atau bisa dipakai. "Grafena memiliki banyak potensi, terutama dalam hal aplikasi industri untuk perangkat optik dan elektronik," kata Ping Sheng, seorang Profesor nanosains di Hong Kong University of Science and Technology, seperti Liputan6.com kutip dari CNN, Kamis (10/4/2014).

Satu-satunya hambatan adalah kuantitasnya. Seandainya grafena bisa diproduksi dalam skala besar. "Jika bisa demikian, itu akan menjadi sebuah terobosan besar." Selain ketipisan yang luar biasa, keunggulan lainnya adalah beratnya yang ringan. Grafena bisa digunakan untuk membuat komponen ultra-ringan untuk -- misalnya-- industri penerbangan, yang secara dramatis mengurangi berat pesawat -- dan dengan demikian secara signifikan meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kekuatannya. Luar biasa!

Grafena bahkan disebut-sebut sebagai masa depan kondom. Bill and Melinda Gates Foundation tahun lalu memberikan hibah U$ 100.000 untuk mendanai pengembangan alat kontrasepsi berbahan grafena.

Tantangan

Salah satu tantangan penting produksi grafena adalah cara material itu dikembangkan. Material itu masih harus diisolasi  menggunakan teknik  Scotch Tape, diisolasi dari grafit -- yang digunakan dalam batang pensil dengan teknik yang rumit dan kompleks menggunakan selotip.

Juga konduktivitasnya yang tidak dapat diubah, yang berarti bahwa sebagai semikonduktor, grafena tak berguna, meskipun peneliti bereksperimen dengan substansi untuk mencari cara mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan proses kimia.

Jika kekurangan ini bisa diatasi, grafena bisa digunakan dalam berbagai perangkat sebagai pengganti  transistor silikon supercepat, yang sudah mencapai kapasitas maksimal mereka. Grafena punya kemampuan seratus kali mobilitas elektron silikon.

Keterbatasan lain datang dalam bentuk produksi: saat ini hanya dapat disintesis dalam bentuk kristal kecil. Meskipun ini cukup bagi para peneliti untuk menguji sifat-sifat dan memahami manfaatnya, belumlah cukup memproduksinya untuk penggunaan komersial secara massal.

Hingga kini, pendanaan publik dan sektor swasta secara aktif mengeksplorasi substansi tersebut. Uni Eropa menggelontorkan US$ 1,3 miliar dalam bentuk dana penelitian yang berpotensi mengubahnya agar bisa digunakan dalam berbagai sektor, termasuk elektronik, energi, kesehatan, dan konstruksi. Dana tersebut untuk digunakan pada tahun 2013 hingga 2023.

Kemudian, Samsung Advanced Institute of Technology pekan lalu mengumumkan telah  mengembangkan "metode sintesis terobosan" dalam produksi grafena, dan berharap itu akan membuka jalan bagi komersialisasi bahan  tersebut. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science.

Samsung melihat grafena sebagai "bahan yang sempurna" untuk perangkat generasi berikutnya, dan terobosan yang bisa memiliki implikasi besar untuk produksi komersial .

"Ini adalah salah satu terobosan paling signifikan dalam penelitian grafena  dalam sejarah," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Samsung. " Kami berharap penemuan ini bisa mempercepat komersialisasi grafena, yang bisa membuka jalan bagi era baru teknologi elektronik berbasis konsumen."

Dalam kemitraan dengan dengan Sungkyunkwan University, Samsung Advanced Institute of Technology telah mempelopori gafena dalam skala selapis wafer.

Sebelumnya, sudah dihasilkan satu lapisan graphene berdiameter 30 inchi. Namun dirasa kurang efektif.

Belum terungkap, apakah Samsung berencana untuk membuat terobosan proses sintesis massal, sebuah langkah yang cepat akan mempercepat adopsi graphene dalam penggunaan sehari-hari .

Namun, menurut Sheng, tidak akan lama lagi sebelum proses tersebut dilakukan secara luas. "Saya pikir, tak mungkin mereka (Samsung) akan menyembunyikannya dalam waktu lama, bahkan jika mereka menginginkannya... Akan ada banyak pabrik di seluruh dunia melakukan hal yang sama," kata dia. (Rizki Gunawan)
sumber: copas02
 

Pisang Muncrat


Pisang merupakan buah yang paling sering diolah menjadi kudapan. Pasalnya, rasa pisang yang manis dan tekstur lembutnya bisa diterima mayoritas lidah orang Indonesia.
Nah, supaya mampu bersaing, pengusaha kuliner memang harus pandai berinovasi dengan menciptakan sajian unik dan kreatif. Seperti yang dilakoni Poma Indrajaya di Balikpapan. Ia merintis usaha Pisang Muncrat Isi sejak awal tahun lalu.
Pisang Muncrat merupakan camilan pisang raja yang diberi isi tertentu, lalu dilapisi dengan kulit dari tepung, dan digoreng. "Sensasi makannya beda, karena kalau dimakan, pasti ada muncratan isinya," papar Poma.
Menurutnya, camilan ini memang belum banyak dikenal masyarakat. "Biasanya pisang menjadi isian untuk kue-kue, sekarang kita balik, pisang ini jadi makanan utama, dan kita buat isiannya," imbuh Poma.
Pisang Muncrat Isi menawarkan lima varian rasa isi, yaitu cokelat, stroberi, keju, nanas, dan karamel. Namun, Poma berjanji, tahun ini, akan menambah varian rasa baru. Satu kotak pisang muncrat berisi lima potong pisang dijual Rp 10.000.
Saat ini, sudah ada empat gerai Pisang Muncrat Isi yang berlokasi di Balikpapan, Samarinda, dan Tangerang. Anda tertarik menjajal usaha ini? Poma menawarkan paket kemitraan dengan investasi Rp 10 juta.
Dengan menyetor modal tersebut, mitra akan memperoleh booth, kompor gas, panggangan, termos dan seluruh perlengkapan masak, bahan baku awal berupa kulit dan isian, serta pelatihan.
Mitra dijanjikan bisa balik modal dalam waktu tiga bulan hingga enam bulan. Perhitungannya, mitra bisa menjual 30 - 50 kotak pisang per hari. Dengan begitu, omzet yang diperoleh berkisar Rp 7 juta - Rp 10 juta. Laba bersihnya sekitar 30 persen dari omzet.
Poma pun tidak memungut biaya royalti bulanan. Namun, mitra wajib membeli bahan baku berupa kulit dan isian, serta kemasan dari pusat.(Revi Yohana)

sumber: tribunnews

Isi Baterai Ponsel Via Wi-Fi


Liputan6.com, North Carolina : Lupakan charger ponsel nirkabel atau portabel, karena saat ini seorang mahasiswa teknik telah mengembangkan sebuah perangkat yang dapat mengisi baterai telepon menggunakan sinyal Wi-Fi.


Perangkat ini sendiri memanfaatkan apa yang disebut metamaterial, di mana dapat menangkap gelombang energi dan mengubahnya menjadi arus listrik. Tegangan yang dihasilkan diklaim lebih kuat dari charger USB.
Penciptanya adalah dua orang mahasiswa bernama Allen Hawkes dan Alexander Katko dari Universitas Duke Pratt School of Enginering, North Carolina, Amerika Serikat.
Dibantu oleh seorang profesor teknik elektro dan komputer, Steven Cummer, mereka menggunakan lima fiberglass dan konduktor energi kabel tembaga yang ditaruh di atas papan sirkuit untuk menciptakan susunan metamaterial.
Metamaterial sendiri adalah sebuah struktur teknik yang mampu menampung berbagai bentuk gelombang energi. Dengan menaruh material tertentu, termasuk tembaga, fiberglass, dan juga emas dalam bentuk pola, semua bahan tersebut dapat digabungkan menjadi 'super' material.
"Lima sel metamaterial dapat mengkonversi gelombang menjadi energi listrik sebesar 7,3 volt dengan efisiensi 36,8 persen. Sebagai perbandingan, charger USB untuk ponsel dan perangkat kecil lainnya hanya menyediakan energi listrik sekitar 5 volt," klaim Hawkes dan Katko, seperti dikutip dari Mail Online, Jumat (15/11/2013).
Setelah mereka berhasil menguji penampung energi buatannya dengan microwave, para peneliti mengklaim ke depannya itu dapat digunakan untuk menampung sinyal dari sumber lain seperti sinyal satelit, gelombang suara atau sinyal Wi-Fi untuk mengisi daya baterai ponsel. (isk/dew)

sumber: liputan6

Si Kecil Nangis dan Marah di Depan Umum, Bagaimana Orangtua Bersikap?


Jakarta - Saat anak memasuki usia pra sekolah, orangtua harus siap-siap menghadapi tantrum, kondisi ketika si kecil tiba-tiba saja menangis dan mengamuk. Bagaimana Anda dan suami harus bersikap ketika menghadapi anak yang tantrum, apalagi di depan umum?

Psikolog Judith Hudson mengatakan tantrum umumnya terjadi ketika anak merasa lelah atau lapar. Oleh karena itu sebaiknya jika memang ingin mengajak anak pergi ke luar rumah, seperti berbelanja ke supermarket atau berjalan-jalan ke mal, usahakan dia sudah lebih dulu tidur dan dalam keadaan kenyang.

Stres atau frustasi juga bisa memicu anak menjadi tantrum. Seperti dikutip Baby Center, hindari situasi yang dapat menyebabkan anak menjadi stres. Misalnya kalau si kecil ingin Anda ajak ke supermarket, tapi sebelumnya dia sudah berulang kali mengatakan mau melihat-lihat toko hewan, sebaiknya turuti dulu permintaannya. Sempatkan mendatangi toko tersebut. Menuruti keinginannya bukan berarti Anda menuruti apapun permintaannya. Hanya saja ini bisa memprediksi bagaimana dia akan bersikap dan berpikir nantinya.

Tentunya tidak selamanya orangtua bisa menghindari anak mengalami tantrum. Ketika Anda sampai pada satu situasi anak tantrum di depan umum, misalnya di mal, Judith mengatakan cara bersikap paling baik adalah pergi dari tempat tersebut. Marah-marah dan memaksanya untuk diam, sama sekali tidak akan membuat tantrum anak reda. Anda pun malah bisa menjadi semakin marah.

Menurut Judith, yang perlu orangtua ingat, cobalah tetap tenang saat anak tantrum. Dengan pergi dari tempat di manapun Anda dan si kecil berada saat tantrum terjadi, ini bisa membuat kondisi menjadi lebih baik. Tak masalah jika nantinya Anda harus kembali ke tempat itu untuk menyelesaikan urusan yang tertunda. Kalau memang tidak bisa meninggalkan tempat tersebut, setidaknya bawa anak menjauh dari lokasi di mana dia memulai tantrumnya. Misalnya, anak tantrum saat Anda ajak ke dokter gigi, ajak dia menjauh dengan pergi ke area parkir atau taman yang ada di dekat area tersebut.

Saat anak sudah lebih tenang dan tidak lagi tantrum, berikan dia pelukan dan perkataan lembut yang menenangkan. Kondisi tantrum tadi bagi anak juga membuat mereka stres dan takut. Ketika Anda melembut, jangan ubah pendirian Anda juga dengan mengizinkan apa yang sebelumnya tadi Anda larang dan membuatnya tantrum. Agar Anda tidak terlalu merasa sebagai orangtua yang kejam, tawari dia penghiburan yang lain saat tiba di rumah. Misalnya ajak dia bermain bersama permainan favoritnya atau membacakan buku kesukaannya.

Ketika anak tantrum di depan umum, ibu harus ingat, situasi tersebut terjadi bukan karena Anda orangtua yang buruk. Hal itu terjadi karena memang Anda adalah orangtua dari anak-anak yang masih berusia pra sekolah. Kalaupun orang-orang memperhatikan Anda, kemungkinan besar mereka bersimpati, bukan memberikan penilaian buruk. Apapun pendapat orang-orang itu, Anda pun harus ingat kalau anak tidak memahami soal rasa malu yang mungkin Anda rasakan. Dia menjadi tantrum bukan karena ingin mempermalukan Anda.
(eny/eny)
sumber: detik

Wooww... Gunung Terbesar di Bumi Ditemukan di Samudra Pasifik

KOMPAS.com — Ada gunung api terbesar di Bumi yang tersembunyi di Samudra Pasifik. Para geolog memublikasikan penemuan tersebut di jurnal Nature Geoscience, Kamis (5/9/2013).

Disebut "Tamu Massif", ukuran gunung berapi tersebut mengalahkan gunung yang selama ini dianggap terbesar di Bumi, Mauna Loa di Hawaii. Ukuran Tamu Massif juga hanya 25 persen lebih kecil dari Olympus Mons di Mars, gunung terbesar di Tata Surya.






"Kami berpikir gunung berapi sekelas ini belum pernah disadari sebelumnya," kata William Sager, geolog dari University of Houston, pimpinan penelitian ini.

Tamu Massif berukuran lebar 650 kilometer, tetapi hanya punya tinggi 4 kilometer. "Kemiringannya rendah. Jika Anda berdiri di gunung ini, Anda tak akan kesulitan untuk mengatakan ke mana jalan turun gunung," kata Sager.

Gunung ini bererupsi beberapa juta tahun sekali dalam masa Cretaceous, sekitar 144 juta tahun lalu. Kini, gunung itu telah mati.

Gunung raksasa ini ditemukan lewat penelitian selama beberapa tahun sejak Sager mengajar di Texas A&M University. Sager dan tim menganalisis data sampel batuan, melakukan pengeboran, serta survei seismik yang dilakukan dengan bantuan kapal penelitian yang dilengkapi fasilitas pendukungnya.

Pengolahan data kemudian mengonfirmasi adanya kaldera, hal yang sama seperti yang dilihat di Mauna Loa di Hawaii, menunjukkan terdapatnya sebuah gunung.

Penemuan ini merombak pemahaman tentang Tamu Massif. Sebelumnya, Tamu Massif hanya dianggap sebagai bagian dari dataran tinggi laut bernama Shatsky Ride di Samudra Pasifik sebelah timur Jepang. Dengan penemuan ini, Tamu Massif dianggap sebagai gunung api yang berdiri sendiri.

Sager mengungkapkan, dengan penemuan ini, maka siapa pun yang ingin menjelaskan tentang dataran tinggi laut dan gunung laut harus memenuhi syarat tertentu.

"Mereka harus bisa menjelaskan pembentukan gunung api ini di satu titik tertentu dan bagaimana mengirimkan magmanya dalam waktu cepat," ungkap Sager seperti dikutip oleh Livescience, Kamis kemarin.

Walau kini dianggap terbesar, rekor Tamu Massif mungkin akan segera terkalahkan. Survei dataran tinggi laut di kemudian hari kemungkinan akan menemukan gunung yang lebih besar.

Dataran tinggi laut terbesar di Bumi berada di Samudra pasifik yang berdekatan dengan ekuator, disebut Ontong Java Plateau. Dengan ukuran tersebut, wilayah itu kemungkinan juga menyimpan gunung api yang lebih besar.

Berbeda seperti Krakatau dan Mauna Loa yang muncul ke permukaan, Tamu Massif mungkin selamanya tersembunyi di lautan.

Nama gunung yang volumenya mencapai 600 juta kilometer kubik ini diambil dari singkatan nama Texas A&M University, tempat Sager mengajar selama 29 tahun sebelum pindah ke University of Houston pada tahun ini.

Viva News. Satu lagi gunung berapi super besar ditemukan di bumi. Gunung berapi ini tidak tinggi, namun gunung berapi ini adalah yang terbesar. Dan bukan hanya yang terbesar di bumi saja, namun juga yang terbesar di sistem tata surya kita.

Seperti yang dilansir oleh The Verge (5/9/13), para peneliti dari University of Houston telah menemukan sebuah struktur yang telah lama menghilang di bawah Samudera Pasifik. Gunung ini sangat besar, bahkan begitu besarnya hingga tak begitu tampak sebelumnya.

Struktur yang berbentuk gunung berapi bernama Tamu Massif ini rupanya juga memiliki ukuran yang tak main-main.

Gunung ini dinamai TAMU singkatan dari Texas A & M University. Sedangkan “Massif” adalah sebutan untuk berbagai jenis struktur pegunungan.

Dalam hal ini Tamu Massif termasuk tipe Shield volcano atau gunung yang kubah atau kawahnya masih menutup.

Temuan gunung ini sebanding dengan ukuran New Mexico atau Kepulauan Inggris. Begitu besarnya gunung ini hingga terlihat tak terlalu tinggi yang diakibatkan oleh maha luasnya gunung ini.

Masih menurut peneliti, lebar dari gunung api ini saja, sekitar 643 km. Namun semuanya masih ada dibawah lautan luas, yaitu dibawah Samudera Pasifik.

Posisi gunung super besar ini ada di sebelah Barat Laut dari Samudera Pasifik yang dikenal sebelumnya sebagai daerah Shatsky Rise dan negara yang paling dekat dengan gunung ini adalah Jepang .

Jadi dari Jepang arahnya ada di sebelah timur dari Jepang atau berada sekitar 1.600 kilometer (990 mil) dari pantai Jepang.

Geologi Gunung Tamu Massif

Puncak gunung Tamu Massif masih berada sekitar 2.000 meter (2 km) dibawah muka lautan Pasifik atau sekitar 6.500 kaki. Dan penampang taau alasnya gunung Tamu Massif ini memanjang sekitar 6,4 kilometer atau 4 mil.

Sedangkan luasnya area gunung ini selebar 450 kilometer sampai 650 kilometer (280 mil × 400 mil) atau lebih dari 260.000 kilometer persegi (100.000 sq mil).

Kubah bulat memanjang di area seluas 280 sampai 400 mil (450 kilometer dengan 650), dengan total lebih dari 100.000 mil persegi, jauh lebih besar dari gunung Mauna Loa (2.000 mil persegi)

Artinya, hanya 20% lebih kecil dari Mars raksasa gunung Olympus Mons di Mars yang merupakan gunung terbesar setata surya.

Jika dibandingkan, maka ukuran gunung berapi Tamu Massif ini sama lebarnya dengan kepulauan Inggris Raya dan bisa disejajarkan lebar kawasannya dengan Olympus Mons.

Selama ini diketahui bahwa gunung tertinggi di planet Bumi adalah gunung Mauna Loa di Hawaii yang membuat hingga pulau Hawaii dapat muncul ke atas permukaan Samudera Pasifik yang sangat dalam.

Sedangkan untuk gunung Everest sebenarnya adalah gunung yang tertinggi yang diukur hanya dari atas permukaan air laut hingga ke puncaknya saja.

Artinya jika Everest dibandingkan dengan Mauna Loa dari kaki gunung masing-masing, maka Everest masih kalah dalam hal tingginya dibanding Mauna Loa. Sedangkan gunung tertinggi di tata surya masih disandang oleh gunung Olympus Mons yang ada di planet Mars.

Kembali ke gunung “bawah laut” Tamu Massif yang lebarnya ratusan kilometer, maka gunung ini luasnya melebihi gunung-gunung di planet bumi yang dikenal selama ini sebagai “Super Volcano”.

Lalu para peneliti mengkategorikan gunung Tamu Massif yang luas kawasannya mencakup wilayah ratusan kilometer ini sebagai “Mega Volcano“.

Menurut perhitungan, Tamu Massif diperkirakan terbentuk sekitar 145 juta tahun lalu. Penemuan sebagai gunung berapi tunggal di dalam area Shatsky Rise ini membuat gunung ini sebagai gunung berapi terbesar di Bumi, melebihi Mauna Loa.

“Kami tahu ini merupakan sesuatu yang berapi. Masalahnya kami tak mengetahui apa yang sebenarnya ada di sana. Kami tak mengetahui strukturnya dengan jelas,” kata William Sager, pemimpin penelitian.

Penemuan gunung berapi terbesar ini sendiri pertama kali dilakukan dengan menggunakan kapal untuk menuju Pasifik. Peneliti kemudian berhenti di Shatsky Rise, sebuah semenanjung yang kemudian diketahui berada dalam struktur Tamu Massif yang seluruh massanya terdiri dari basal.

Struktur lerengnya sangat bertahap, mulai dari kurang dari setengah derajat hingga satu derajat didekat puncaknya.

Dengan menggunakan lineations magnetik, ada tiga bathymetric (batimetri) tertinggi dan punggung bukit rendah yang menyiratkan ada tiga gunung berapi yang terpisah, tetapi model kepala yang menyembul menunjukkan bahwa gunung ini adalah gunung berapi tunggal yang besar. Artinya, jika meledak maka lelehan magmanya akan meluber ke mana-mana.
 

Editor : Yunanto Wiji Utomo 
Sumber : from Kompas
Sumber : from Viva News 

Tahun Tersingkat di Alam Semesta



KOMPAS.com - Satu tahun secara astronomi didefinisikan sebagai waktu sebuah planet mengelilingi bintang induknya atau dikenal dengan waktu revolusi. Satu tahun di antara planet satu dengan yang lainnya bisa beragam, salah satunya dipengaruhi oleh jarak antara planet dan bintangnya.

Kini, astronom mengetahui suatu tempat yang mengalami tahun tersingkat di alam semesta. Tempat itu adalah benda langit bernama KOI 1843.03 yang baru saja ditemukan astronom Massachusets Institute of Technology (MIT) dari data wahana Kepler. Satu tahun di planet itu setara dengan 4 jam 15 menit Bumi.

Roberto Sanchis-Ojeda, mahasiswa pasca sarnaja MIT yang terlibat penelitian ini menduga bahwa KOI 1843.03 merupakan sebuah planet. Namun demikian, kebenarannya masih perlu dikonfirmasi. Yang jelas, benda langit tersebut nyata.

Mengorbit bintang sangat cepat, KOI 1843.03 pasti memiliki jarak yang sangat dekat. Dengan jarak tersebut, Sanchis-ojeda mengungkapkan bahwa massa jenis benda langit itu pasti sangat tinggi, lebih atau sama dengan 7 g/cm3.

"Ketika Anda berada sangat dekat dengan bintang, interaksi pasang menjadi sangat kuat hingga bisa mengoyak permukaan dan menghancurkannya. Cara sebuah planet bisa bertahan adalah dengan memiliki massa jenis tinggi," kata Sanchis-Ojeda seperti dikutip New Scientist, Rabu (21/8/2013).

Menurut astronom, 70 persen massa KOI 1843.03 diduga terdiri atas besi, sementara 30 persen lainnya adalah silikat. Bahkan, tak menutup kemungkinan bahwa seluruh KOI 1843.03 adalah besi, membuatnya menjadi bola besi terbesar yang "mengapung" di jagat raya.

Sanchis-Ojeda mengatakan, selain jarak dekat, faktor yang membuat benda langit ini berevolusi sangat cepat adalah kecepatan rotasinya. Bila Bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 30 kilometer per detik, benda langit ini mengelilingi bintangnya dengan kecepatan 250 km/detik.

Sanchis-Ojeda mengungkapkan, benda langit yang berevolusi sangat cepat seperti KOI 1843.03 mungkin banyak. Ia menemukan setidaknya 20 kandidat planet yang mengorbit bintangnya dalam waktu kurang dari sehari semalam di Bumi.

Astronom belum mengetahui bagaimana sebuah planet bisa berada sangat dekat dengan bintangnya. Diduga, benda seperti KOI 1843.03 sebelumnya terbentuk di wilayah jauh dari bintangnya namun bermigrasi ke dalam. Ada kemungkinan pula, benda langit ini adalah inti planet besar yang bermigrasi.

Dimitar Sasselov, astronom dari Harvard University yang tak terlibat studi, mengatakan, KOI 1843.03 mungkin juga bukan hanya berada di dekat bintangnya, tetapi di dalam atmosfer atas bintang induknya atau koronanya.

Jika benar bahwa planet berada di dalam korona, maka planet ini bisa dikatakan takkan pernah bebas dari radiasi bintangnya. Bagi manusia, benda langit ini sangat mematikan, panasnya melelehkan sementara radiasinya merusak.
Editor : Yunanto Wiji Utomo 
 Sumber : copas

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.